Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2009

proposal penelitian anggapan dasar

BAB I
PENDAHULUAN


1. Latar Belakang
Merumuskan masalah adalah suatu cara merumuskan judul selengkapnya. Sebelum seorang peneliti memulai kegiatannya meneliti, harus melalui memulai membuat rancangan terlebih dahulu. Rancangan tersebut diberi nama desain penelitian. Aday nga menyebutnya dengan istilah proposal penelitian atau usul penelitian.Desain (design) penelitian adalah rencana atau rancangan yang dibuat peneliti, sebagai ancar-ancar kegiatan yang dilaksanakan. Proposal atau usul penelitian dibuat oleh penelitian apabila ia membutuhkan bantuan dana. Agar pihak yang akan memberi bantuan memahami betul apa yang dilakukan penelitian dan berapa besar manfaat hasil penelitian yang diharapkan, maka harus membuat proposal atau usulan secara lengkap. Setelah peneliti menjelaskan permasalahan secara jelas, yang dipikirkan selanjutnya adalah suatu gagasan tentang letak persoalan atau masalahnya tersebut, diberi asumsi dasar atau anggapan dasar. Anggapan dasar ini merupakan landasan teori di dalam peloporan hasil penelitian nanti.

2. Masalah
Dalam sebuah proses penelitian tentu memiliki langkah-langkah yang sistematik agar penelitian tersebut berjalan dengan baik adapun masalah yang dibahas dalam kertas kerja ini
a.Perlunya merumuskan masalah
b.Bagaimana merumuskan masalah ?
c.Cara menentukan anggapan dasar
d.Faedah mengadakan anggapan dasar

3. Tujuan
Adapu tujuan kami dalam membahas materi tentang merumuskan masalah da merumuskan anggapan dasar antara lain :
1.Menarik benang merah dalam merumuskan masalah dan merumuskan anggapan dasar
2.Memberikan gambaran didalam merumuskan suatu masalah
3.Untuk melatih kita di dalam merumuskan masalah dan merumuskan anggapan dasar sebagai peneliti.



BAB II
PEMBAHASAN


1. MERUMUSKAN MASALAH

A. Perlunya dirumuskan masalah
Perumusan masalah dapat dilakukan dengan cara merumuskan judul selengkapnya namun, demikian walaupun tampaknya masalah sudah dtuangkan dalam bentuk judul, pembaca dapat menafsirkan dengan arti yang berbeda dengan maksud peneliti.
Berbagai jenis penelitian dari sudut pandangan tujuan, pendekatan, subjek penelitian dan sifat problematik. Apabila peneliti lain menjelaskan semuanya dalam suatu rumusan judul penelitian , maka akan terjelma sebuah judul yang panjang, yang maksudnya akan memperjelas, boleh jadi bahkan mengaburkan arti.

B. Bagaimana merumuskan masalah
Agar judul penelitian tidak kelihatan panjang, maka yang disebutkan hanya cirri yang ditonjolkan oleh peneliti saja, selebihnya diterangkan di luar judul. Peneliti memulai kegiatannya meneliti, harus memulai membuat rancangan terlebih dahulu. Rancangan tersebut diberi nama desain penelitian. Ada yang menyebutnya dengan istilah proposal penelitian atau usul penelitian. Sebenarnya desain dan proposal tidaklah sama.
Ada 5 hal yang harus dijelaskan dalam desain penelitian yaitu :

1.Penegasan Judul
Sehubungan dengan kurang lengkapnya rumusan masalah judul penelitian, maka untuk melengkapinya dengan penegasan judul. Dengan demikian , menjadi jelas apa yang diteliti, dari mana data diperoleh , bagaimana mengumpulkan data dan bagaimana menganalisa data.

2.Alasan pemilihan Judul
Alasan-alasan yang dapat dikemukakan antara lain
a.Pentingnya masalah tersebut diteliti
b.Menarik minat peneliti
c.Sepanjang pengetahuan peneliti belum ada orang yang meneliti masalah tersebut.

3.Problematik
Problematik penelitian adalah bagian pokok dari suatu kegiatan penelitian, langkah disebut perumusan masalah atau perumusan problematik. Di dalam langkah ini peneliti mengajukan pertanyaan terhadap dirinya tentang hal-hal yang dicari jawabannya melalui kegiatan penelitian.

4.Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukkan adanya sesuatu hal yang diperoleh. Setelah penelitian selesai, sebenarnya dilihat dari isinya sesuatu yang ingin di capai, yang merupakan tujuan penelitian adalah sama dengan jawaban yang dikehendaki dalam problematik penelitian, yang berbeda adalah rumusan masalahnya.
Contoh :

Problematik Tujuan
Dikelas berapakah pratikum Ingin mengetahui di kelas berapakah
Dilaksanakan di SMP Negeri 1 pratikum di mulai di SMP Negeri 1
Dan SMP Negeri II ? dan SMP Negeri II?

5.Kegunaan Hasil Penelitian
Kegunaan hasil penelitian adalah kelanjutan dari tujuan penelitian, APakah peneliti telah selesai mengadakan penelitian dan memperoleh hasil, ia diharapkan dapat menyumbangkan hasil kepada bidang yang sedang di teliti, kegunaan hasil penelitian ini menjadi penting setelah beberapa penelitian tidak dapat mengadakan sebenarnya hasil apa yang diharapkan, dan sejauh mana sumbangan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.


2. MERUMUSKAN ANGGAPAN DASAR

A. Pengertian merumuskan Anggapan Dasar
Menurut Prof. Dr. Winanto surakhamd M.Sc.Ed. anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik. Setiap penyelidik dapat merumuskan postulat yang berbeda. Seorang penyelidik mungkin meragukan sesuatu anggapan dasar orang lain diterima sebagai kebenaran. Dari contoh kehidupan sehari-hari orang yang berkata bahwa orang yang banyak makan akan menjadi gemuk. Yang ada dibalik ucapan itu adalah suatu anggapan bahwa semua yang dimakan orang tentu dapat dicerna, kemudian berubah menjadi otot dan lemak. Inilah sebabnya maka orang menjadi gemuk.
Di dalam penelitian anggapan-anggapan ini sangat perlu dirumuskan secara jelas sebelum langkah mengumpulkan data, Anggapan – anggapan ini disebut anggapan dasar, postulat atau asumsi dasar.
Peneliti perlu merumuskan anggapan dasar :

1.Agar ada dasar berpijak yang kokoh bagi masalah yang sedang di teliti
2.Untuk memperjelas variabel yang menjadi pusat perhatian
3.Guna menentukan dan merumuskan hipotesis.

B. Cara menentukan anggapan dasar
Macam-macam cara menentukan anggapan dasar untuk menjadi tahu terhadap sesuatu :
1.Dengan banyak membaca buku, surat kabar atau terbitan lain
2.Dengan banyak mendengarkan berita, ceramah, dan pembicaraan orang lain
3.Dengan banyak berkunjung ke suatu tempat
4.Dengan mengadakan pendugaan mengabstraksi berdasarkan perbendaharaan pengetahuannya.
Dengan singkat dapat dikatakan bahwa asumsi dasar, postulat atau anggapan dasar harus didasarkan atas kebenaran yang telah diyakini oleh peneliti , sebagai bahan pendukung anggapan dasar, peneliti sebaiknya melakukan studi perpustakaan untuk mengumpulkan teori-teori dari buku maupun penemuan dari penelitian.
Merumuskan suatu anggapan dasar, bukanlah pekerjaan yang mudah hal tersebut harus membutuhkan suatu pemikiran, renungan dan analisis masalah , sehingga boleh jadi bisa dianggap sukar bagi siapa saja , terutama yang belum terbiasa meneliti.
Contoh :
Judul Penelitian
Studi tentang Peranan Orangtua terhadap pilihan profeksi Anak SMA se – Daerah Istimewa Yogyakarta.
Anggapan dasar yang dapat dirumuskan antara lain :

1.Hubungan antara anak dengan orangtua cukup erat
2.Anak tahu keadaan Orangtuanya (Pendidikan, Pekerjaan, Cita-cita terhadap dirinya)
3.Anak SMA sudah memahami berjenis-jenis profesi yang ada , baik dalam wilayah yang sempit maupun wilayah yang luas.


BAB III
KESIMPULAN


Oleh karena judul penelitian sering tidak dituliskan secara lengkap , maka penelitian memperjelas maksud penelitiannya pada desain yang disusunnya.
Proposal atau Usul Penelitian perlu dibuat oleh calon peneliti dengan maksud :
1.Memberikan pedoman kerja peneliti
2.Meminta bantuan dana kepada sponsor

Ada 5 hal yang harus dijelaskan dalam desain penelitian yaitu :
1.Penegasan judul dan atau pembatasan masalah
2.Alasan pemilihan judul : karena penting , menarik dan belum ada yang meneliti
3.Problematik penelitian : Pertanyaan yang dicarikan jawabannya melalui penelitian dirumuskan dalam kalimat pertanyaan, merupakan hal yang dipertanyakan.
4.Tujuan Penelitian : keinginan yang ada pada peneliti untuk hal-hal yang akan dihasilkan oleh penelitian, dirumuskan dalam kalimat pernyataan merupakan jawaban yang ingin dicari.
5.Kegunaan hasil penelitian , hasil yang akan disumbangkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan merupakan follow up kesimpulan.
Setelah langkah 1,2,3 selanjutnya langkah keempat yaitu merumuskan anggapan dasar. Anggapan dasar adalah suatu hal yang diyakini kebenarannya oleh peneliti harus dirumuskan secara jelas.

Faedah yang merumuskan anggapan dasar :
1.Untuk memperkuat permasalahan
2.Membantu peneliti dalam memperjelas menetapkan objek penelitian, wilayah pengambilan data, instrument pengumpulan data.
3.Untuk dapat merumuskan anggapan dasar peneliti harus banyak membaca buku, mendengarkan informasi dari berbagai sumber dan mengunjungi tempat.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsimin. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta :
PT RINEKA CIPTA, 2006



















Minggu, 14 Juni 2009

bahasa Indonesia

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar dalam dunia pendidikan, alat penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan Nasional serta kepentingan pemerintah.

Untuk menyampaikan buah pikiran dan keinginan kepada orang lain baik sebagai bahasa tutur maupun sebagai bahasa tulis harus sesuai dengan aturan-aturan kebahasaan yang telah ditetapkan. Aturan kebahasaan yang dimaksud antara lain penerapan ejaan, penerapan kata, dan penerapan kalimat. Penerapan kata menyangkut morfem dan kata.

Membicarakan kata tidak terlepas membicarakan morfem, termasuk didalamnya adalah partikel. Partikel salah satu bentuk morfem setengah bebas yang harus tepat penerapannya dalam kalimat. Semakin baik kemampuan memahami bentuk artikel, maka diharapkan semakin baik pula penerapan bahasa berdasarkan norma kebahasaan yang telah ditetapkan.

Penulis beranggapan bahwa Siswa SMP telah berprestasi dengan baik memahami bentuk partikel dalam Bahasa Indonesia. Untuk mengetahui prestasi siswa SMP tersebut, penulis mencoba mengungkapkannya dalam penelitian dengan judul “Tingkat Prestasi Siswa Kelas IX SMP N I Gelumbang memahami bentuk partikel dalam kalimat Bahasa Indonesia.

2. Masalah

Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah prestasi kelas IX SMP N 1 Gelumbang memahami bentuk partikel dalam kalimat Bahasa Indonesia.

3. Tujuan Penelitian

Secara umum penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil pengajaran Bahasa Indonesia. Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Secara khusus penelitian ini bertujuan Mendeskripsikan Tingkat Prestasi Kelas IX SMP N I Gelumbang memahami bentuk partikel dalam kalimat Bahasa Indonesia hasil Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi.

4. Manfaat Penelitian

Hasil Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak terutama sekolah,guru dan siswa.

  1. Bagi sekolah, hendaknya dapat dijadikan sumbangan pemikiran dalam menerapkan pengajaran Bahasa Indonesia hasil penerapan kurikulum Berbasis Kompetensi.
  2. Bagi guru, diharapkan dapat dijadikan sebagai alat untuk membandingkan hasil evaluasi pengajaran bentuk partikel dalam kalimat Bahasa Indonesia.
  3. Bagi siswa, diharapkan dapat dijadikan sebagai alat untuk memotivasi diri dalam mempelajari bentuk partikel dalam kalimat Bahasa Indonesia.

5.Anggapan Dasar dan Hipotesis

a. Anggapan Dasar

Anggapan Dasar adalah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima penyelidik.

Anggapan dasar penelitian ini :

1) Guru yang mengajarkan Bahasa Indonesia SLTP N I Gelumbang berpedoman pada kurikulum Berbasis Kompetensi

2) Dalam kurikulum tersebut materi tentang partikel telah diajarkan pada siswa kelas IX semester pertama.

b. Hipotesis

Hipotesis adalah dugaan sementara yang mungkin benar atau mungkin juga salah.Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah tingkat prestasi siswa SMP Negeri 1 Gelumbang tergolong baik memahami bentuk partikel dalam kalimat Bahasa Indonesia.

BAB II

LANDASAN TEORI

1. Prestasi

Prestasi adalah hasil yang dicapai dalam berlatih atau yang dipelajari. Prestasi yang dimaksud Ali (1991:786) ialah hasil yang telah dilakukan atau dikerjakan. Prestasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai dalam mempelajari bentuk partikel dalam kalimat bahasa Indonesia.

2. Partikel

Ramlan (1982:14) mengemukakan “Partikel”adalah istilah tua untuk menyebutkan golongan pokok kata yang tidak mengalami infleksi. Seterusnya Moeliono (1988:247) mengemukakan “Partikel adalah kata tugas yang berupa klitika,karena selalu diletakkan pada kata yang mendahulunya.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa partikel adalah bentuk kata yang masih terikat yang mengandung makna gramatikal sesuai dengan kata yang diikutinya.

Contoh partikel

Lah,kah,dan pun (apalah,apakah,apapun)

1. Apalah artinya jika engkau tidak pergi

2. Apakah ada orang yang akan mengikuti lomba lari?

3. Siapapun tidak boleh mengambil barang itu.

a. Partikel Lah

Partikel Lah ialah morfem setengah bebas, karena dalam ucapan yang biasa sebagai bentuk lepas tidak dapat berdiri sendiri, tetapi jika diletakkan pada bentuk dasar itu dapat disisipkan kata lain.

b.Partikel Kah

Partikel Kah ialah sama hal nya dengan partikel Lah yaitu morfem setengah bebas karena dalam ucapan yang biasa sebagai bentuk lepas tidak dapat berdiri sendiri, tetapi jika telah diletakkan pada bentuk dasar yang ada dimukanya antara partikel Kah dan antara bentuk dasar yang dilekatinya dapat disisipkan kata lain.

c. Partikel Pun

Partikel Pun ialah morfem yang berfungsi menegaskan atau mementingkan kata yang ada dimukanya, karena itu pula partikel pun dinamakan partikel penegas atau partikel pementing. Dalam menjalankan fungsi tersebut, partikel pun dalam kalimat umumnya menegaskan subjek dan kadang-kadang terpukau bersama-sama dengan partikel lah yang menegaskan predikatnya.

3. Kalimat

Moelyono (1988:254) mengemukakan “Kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan”. Selanjutnya Kerak (1992:140) Mengemukakan” Kalimat adalah sesuatu yang diucapkan seseorang yang mencakup beberapa arti antara lain bentuk ekspresi, intonasi,makna atau arti, dan situasi.”

BAB III

PROSEDUR PENELITIAN

1. Populasi Penelitian

Populasi adalah semua individu untuk siapa kenyataan-kenyataan yang diperoleh dari sample yang hendak digeneralisasikan.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Gelumbang Tahun Pelajaran 2007/2008 yang berjumlah 187 orang, terdiri laki-laki 133 orang dan perempuan 74 orang, dapat dilihat pada table berikut.

Populasi Penelitian

No

Kelas

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

1

IX/1

18

29

47

2.

IX/2

29

16

45

3.

IX/3

32

15

47

4.

IX/4

34

14

48

Jumlah

113

74

187

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagian individu yang diselidiki (Hadi 1989:70). Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari siswa kelas IX SMP Negeri I Gelumbang yang diambil secara acak,dapat dilihat pada tabel berikut :

Sampel Penelitian

No

Kelas

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

1

IX/1

3

4

7

2

IX/2

5

2

7

3

IX/3

5

2

7

4

IX/4

6

1

7

Jumlah

19

9

28

3. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskkriptif. Metode desktriptif adalah metode yang membicarakan kemungkinan untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan data,menyusun,menganalisis dan menginterprestasikan data. Dalam penelitian metode deskriptif digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, mengklasifikasikan ,menginterpretasikan, dan menyusun hasil penelitian.

4. Teknik Pengumpulan Data

1. Teknik Tes

Untuk mengumpulkan data tentang tingkat prestasi siswa kelas IX SMP Negeri 1 Gelumbang memahami bentuk partikel dalam kalimat Bahasa Indonesia digunakan teknik tes. Tes yang dipergunakan adalah tes objektif sebanyak 20 pertanyaan dan tes esay sebanyak 10 pertanyaan.

2. Teknik Angket

Teknik angket dipergunakan untuk mengumpulkan data tambahan sebagai penunjang data tes. Angket diajukan kepada siswa sebanyak 10 pertanyaan menyangkut sikap siswa menerima pelajaran Bahasa Indonesia hasil penerapan kurikulum Berbasis Kompentensi.

3. Teknik Wawancara

Teknik wawancara digunakan untuk mengumpulkan data penunjang data tes. Wawancara diajukan kepada guru yang mengajarkan Bahasa Indonesia dikelas IX sebanyak 10 pertanyaan menyangkut pengajaran Bahasa Indonesia penerapan kurikulum Berbasis Kompetensi.

5. Teknik Analisis Data

1. Teknik Analisis Data Tes

Data tes objektif dan data tes esay tentang tingkat prestasi siswa kelas IX SMP 1 Gelumbang memahami bentuk partikel dalam kalimat bahasa Indonesia menggunakan rumus sebagai berikut :

Ket : N : Nilai Objektif

B : Jumlah jawaban benar

S : Jumlah jawaban salah

a. Data tes esay yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan rumus tingkat kesukaran berikut ini.

Tiga buah soal mudah,masing-masing diberi bobot nilai 0,5 . Empat buah soal sedang, masing-masing diberi bobot nilai 1,0 . Tiga buah soal sukar, masing-masing diberi bobot nilai 1,5.

b. Nilai Tes akhir adalah rata-rata hasil tes objektif ditambah tes esai dibagi dengan dua seperti berikut :

Ket : NA : Rata-rata nilai tes

N1 : Nilai tes Objektif

N2 : Nilai Tes Esai

2. Teknik Analisis Data Angket

Data angket yang telah berkumpul dianalisis dengan menggunakan rumus

(P = F/N x 100) Ket : P : Persentase

F : Frekuensi jawaban

N : Jumlah Sampel

3. Teknik Analisis Data Wawancara

Data wawancara yang telah terkumpul dianalisis secara berurutan berdasarkan nomor pertanyaan satu persatu.

6. Uji Coba Instrumen

Uji coba instrument tes objektif ini, penulis lakukan di SMP Negeri 1 Gelumbang terhadap siswa kelas IX yang berjumlah lima orang. Siswa tersebut diberi tiga puluh soal terdiri dari dua puluh soal tes objektif dan sepuluh soal tes esai.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan analisis data tes penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Gelumbang memahami partikel dalam kalimat Bahasa Indonesia tergolong baik sekali.

Hipotesis yang diajukan “Tingkat Prestasi siswa kelas IX SMP Negeri 1 Gelumbang memahami partikel dalam kalimat Bahasa Indonesia tergolong baik.

Beberapa factor pendukung keberhasilan pengajaran partikel dalam kalimat Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Gelumbang antara lain sebagai berikut :

1. Siswa sangat menyenangi pengajaran Bahasa Indonesia

2. Siswa sangat antusias saat guru menjelaskan tentang materi partikel

2. Saran

Diharapkan guru dalam menjelaskan materi yang menyangkut penggunaan partikel, materinya diperluas lagi tidak hanya berpatokan pada suatu buku demi meningkatkan prestasi siswa di bidang bahasa.